Posted by: tirtaamijaya | Juli 25, 2008

TENTANG SEJARAH SILAT TENAGA DALAM

 

TENTANG SEJARAH SILAT TENAGA DALAM

  

Pembaca yang budiman, untuk melengkapi artikel saya tentang Silat Tenaga Dalam Nur Illahi, saya postingkan hasil browsing saya di internet tentang asl usul dan ciri khas silat tenaga dalam, walau tidak persis 100 %, tapi agak bisa menjelaskan sedikit…

Berikut ini adalah hasil temuan kami atas pengamatan dan penelusuran sejarah Tenaga Dalam di Indonesia…..

Tenaga dalam (versi Indonesia) identik dengan ilmu yang mampu menghalau lawan dalam keadaan amarah/emosi dari jarak jauh. Lazimnya, bela diri jenis ini digali melalui olah napas, jurus dan pengejangan pada bagian tubuh tertentu (dada/perut). Terkadang pula disertai ajaran spiritual.

Perkembangan sejarah tenaga dalam di Indonesia diwarnai oleh 4 tokoh penting. Yaitu

1.    Muhammad Toha pendiri Sin Lam Ba (Jakarta),

2.    Anandinata pendiri Margaluyu (Bandung),

3.    H Abdul Rasyid pendiri Budi Suci (Bogor) dan

4.    Nampon pendiri Tri Rasa (Bandung).

Pada akhir abad 19 tenaga dalam sudah mulai dipelajari secara terbatas tetapi baru keluar dari “sangkar”-nya pada tahun 1932 ketika Nampon melakukan aktivitas nyleneh di depan stasiun Padalarang. Saking girangnya menyambut kelahiran anak pertamanya, Nampon diluar kesadarannya berteriak-teriak seperti orang gila. Karena dianggap gila, Nampon hendak diringkus beramai-ramai. Namun dari sekian orang yang akan menjamah tubuhnya itu jatuh terpelating.

Nampon lahir di Ciamis pada tahun 1888 dan wafat tahun 1962. Semula adalah pegawai di jawatan kereta api di jaman Belanda. Ia dipecat dan berulang kali masuk bui karena sikapnya yang anti penjajah Belanda. Diantara murid Nampon yang berjasa ikut mengembangkan tenaga dalam adalah Setia Muchlis dan KM Tamim yang kemudian mendirikan perguruan TRI RASA yang banyak diikuti kalangan Mahasiswa di Bandung, diantaranya murid itu adalah Bung Karno dan M Natsir.

Dari Nampon

Menurut kalangan pendekar sepuh di wilayah Jawa Barat, sebelum memperkenalkan “jurus tenaga dalam“ Nampon banyak belajar ilmu dari pendekar yang lebih senior. Ia pernah berguru pada Abah Khoir pencipta silat Cimande, dan pendekar-pendekar asal Batavia diantaranya Bang Madi, Bang Kari, Bang Ma’ruf juga H Qosim pendekar yang diasingkan kerajaan Pagar Ruyung, Padang karena mengajarkan silat di luar kerajaan.

Kini ketika perguruan tenaga dalam menjamur hampir di seluruh kota dengan bendera yang berbeda-beda (walau corak jurus dan oleh napas serupa), kemudian muncul pertanyaan, dari mana asalnya ilmu tenaga dalam dan siapa tokoh yang pertama kali menciptakannya?


Sidik, murid dari H Abdul Rosyid pendiri aliran Budi Suci yang banyak menyebarkan aliran ini di Jawa dan Sumatra, pada tahun 1985 mengatakan bahwa jurus tenaga dalamnya diwarnai keilmuan Abah Khoir dan Nampon. Begitu halnya dengan aliran yang banyak berkembang di Jawa Tengah, seperti Ragajati di Banyumas, JSP (Jurus Seni Penyadar) di Tegal dan beberapa aliran di Semarang.

Yosis Siswoyo Guru Besar aliran Bandar Karima Bandung saat dikonfirmasi, mensinyalir bahwa kemunculan tenaga dalam di wilayah Jawa Barat secara terbuka memang terjadi pada masa Nampon sepulang dari penjara Digul.

Namun demikian Yosis tidak berani memastikan pencipta jurus tenaga dalam itu Nampon seorang, mengingat pada masa yang hampir bersamaan, di Batavia/Jakarta juga muncul aliran Sin Lam Ba dan Al-Hikmah, bahkan pada tahun yang hampir bersamaan, di daerah Ranca Engkek Bandung Andadinata memunculkan ilmu tenaga dalam yang diklaim asli hasil pemikirannya sendiri.

Aliran Andadinata ini kemudian dikenal dengan nama Marga Rahayu namun kemudian dirubah menjadi Margaluyu dan mulai dikenalkan pada pada khalayak pada tahun 1932, tetapi pada tahun 1922 aliran itu sudah diperkenalkan dalam lingkup yang terbatas.

Anandinata konon memiliki beberapa murid, diantaranya Dan Suwaryana, dosen ASRI yang juga wartawan di Yogyakarta. Dari Dan Suwaryana ini kemudian “pecah” (berkembang) lebih dari 17 perguruan tenaga dalam besar yang kini bermarkas di kota gudeg, Yogyakarta, diantaranya Prana Sakti yang dikembangkan Aspanuddin Panjaitan.

Menurut berbagai pihak yang dapat dipercaya, perguruan yang terinspirasi oleh Prana Sakti itu, diantaranya : Prana Sakti Indonesia, Prana Sakti Jayakarta, Satria Nusantara, Perdawa Padma, Radiasi Tenaga Dalam, Kalimasada, Bunga Islam, Al-Barokah, Indonesia Perkasa, Sinar Putih, Al-Barokah, Al-Ikhlas, dll.

Para Wali

Konon, keilmuan yang ada pada Margaluyu itu sendiri memiliki silsilah dari para Wali di tanah Jawa, yang apabila diruntut yaitu dari Syekh Datul Kahfi – Prabu Kian Santang / P.Cakrabuana (Setelah masuk Islam dikenal sebagai Sunan Rahmad Suci Godong Garut) kemudian ke : Sunan Gunung Jati dan dari beliau turun ke Anandinata.

Hingga kini sejarah tenaga dalam masih misteri, siapa tokoh yang pertama kali menciptakannya. Para pinesepuh juga tidak memiliki refrensi yang kuat berkaitan dengan sejarah perguruan dan pencetusnya.

Dari kalangan Budi Suci atau perguruan yang mengambil sumber dari aliran yang didirikan H Abdul Rosyid ini setidaknya ada 3 nama tokoh yang disebut-sebut dalam “ritual” yaitu Madi, Kari dan Syahbandar (atau disebut Subandari, tetapi bernama asli H Qosim).

Tentang nama Madi, Kari dan Syahbandar sebagaimana disebut diatas, memang banyak mewarnai keilmuan Nampon, namun keilmuan itu lebih bersifat fisik, karena dalam catatan “tempo doeloe” Madi dan Kari belum memperkenalkan teknik bela diri tenaga dalam (pukulan jarak jauh).

Baik Madi, Kari dan Syahbandar dikenal sebagai pendekar silat (fisik) pada masanya. H. Qosim yang kemudian dikenal sebagai Syahbandar atau Mama’ Subadar karena tinggal dan disegani masyarakat desa Subadar di wilayah Cianjur. Sedangkan Madi dikenal sebagai penjual dan penjinak kuda binal yang diimpor asal Eropa.

Dalam dunia persilatan Madi dikenal pakar dalam mematah siku lawan dengan jurus gilesnya, sedangkan Kari dikenal sebagai pendekar asli Benteng Tangerang yang juga menguasai jurus-jurus kung fu dan ahli dalam teknik jatuhan.

Pada era Syahbandar, Kari dan Madi banyak pendekar dari berbagai aliran berkumpul. Batavia seakan menjadi pusat barter ilmu bela diri dari berbagai aliran, mulai dari silat Padang, silat Betawi kombinasi kung fu ala Bang Kari, juga aliran Cimande yang dibawa oleh Khoir.

Dari aliran Budi Suci yang keilmuannya konon bersumber dari Khoir dan Nampon, juga tidak berani mengklaim bahwa tenaga dalam itu bersumber (hanya) dari Nampon seorang. Begitu halnya kalangan yang mengambil sumber dari Margaluyu.

Kalangan Budi Suci, menganalisa bahwa Namponlah yang patut dianggap sebagai pencipta, karena dalam ritual (wirid), nama-nama yang disebut adalah Madi, Kari dan Syahbandar (Syeh Subandari), sedangkan nama Nampon tidak disebut-sebut. Ini menunjukkan bahwa inspirasi ilmu berasal dari tokoh sebelum Nampon, walau nampon yang kemudian merangkum dan menyempurnakannya. Namun simpulan itu diragukan mengingat pada masa pendekar Madi, Kari, Sahbandar ini tenaga dalam belum dikenal.

Terbukti, dalam suatu peristiwa saat Madi diserang kuda binal juga mematahkan kaki kuda dengan tangkisan tangannya, dan Khoir guru dari Nampon saat bertarung dengan pendekar Kung Fu, juga menggunakan selendang untuk mengikat lawannya pada pohon pinang. Artinya, jika tenaga dalam itu sudah ada, dan mereka-mereka itu adalah pakarnya, kenapa musti pakai selendang segala? Kenapa tidak pakai “jurus kunci” agar pendekar Kung Fu itu tidak bisa bergerak.

Justru pemanfaatan tenaga dalam itu baru tercatat pada era Nampon tahun 1930-an. Kasus “histeris” saat menyambut kelahiran anaknya di depan stasiun Padalarang, dan pertarungan Nampon dengan Jawara Banten juga saat melayani tantangan KM Thamim yang (setelah kalah) lalu berguru kepadanya.

Yosis Siswoyo (63) dari Silat Bandar Karima (kepanjangan dari Syahbandar, Kari dan Madi) termasuk kalangan pendekar generasi tua di Bandung juga mengakui dari kalangan perguruan pencak silat dan tenaga dalam memang kurang mentradisikan dalam pelestarian sejarah perguruannya.

Walau Yosis menyebut Nampon dan Andadinata sebagai tokoh yang banyak berjasa mengenalkan tenaga dalam di wilayah Jawa Barat, namun kemunculan Sin Lam Ba dan Al-Hikmah di Batavia pada kurun waktu yang hampir bersamaan, (bahkan disinyalir lebih dulu) juga perlu dipertimbangkan bagi yang ingin melacak sejarah.

Tentang Sin Lam Ba, H Harun Ahmad, murid Muhammad Toha guru besar Sin Lam Ba - Jakarta, kepada penulis menjelaskan bahwa pada tahun 1896 Bang Toha yang juga anggota Polisis di zaman Belanda itu menemukan jurus tenaga dalam dari H Odo seorang kiai dari pesantren di Cikampek, Jawa Barat sedangkan Al-Hikmah yang dikembangkan oleh Abah Zaki Abdul Syukur juga bersumber dari Bang Toha bahkan pada awal kali memulai aktivitas perguruannya, sempat bergabung dibawah panji Sin Lam Ba. Namun ketika H Harun Ahmad ditanya tentang dari mana H Odo mendapatkan ilmu itu, ia tak dapat menjelaskannya.

H Harun hanya menjelaskan, aliran tenaga dalam yang kini berubah menjadi nama yang banyak dan berbeda-beda itu, dulunya adalah “Ilmu Tanpa Nama” yang kemudian dikembangkan pencetusnya dengan cara mengadopsi atau menyampur dari berbagai aliran yang pernah dipelajarinya.

Mulai Berubah Fungsi

Melacak sejarah perkembangan tenaga dalam setidaknya dapat ditelusuri dari sejarah berdirinya aliran tenaga dalam “tua” yaitu :

1896 pertemuan M. Toha dengan H. Odo di Cikampek lalu berdiri aliran Sin Lam Ba di Jakarta.

1922 secara terbatas Andadinata mulai memperkenalkan jurus tenaga dalam di daerah Ranca Ekek, Bandung. Dari Andadinata kemudian muncul aliran Margaluyu.

1932 Nampon mendirikan aliran Tri Rasa di Bandung dan H. Abdul Rosyid mendirikan aliran Budi Suci di Bogor.

Penelusuran sementara sejarah perkembangan perguruan tenaga dalam lebih tertuju pada wilayah Jawa Barat dan Batavia sebagai tempat kelahiran aliran tenaga dalam.

Aliran bercorak Nampon menyebar ke Jawa Tengah melalui perguruan Ragajati, JSP (jurus seni penyadar) dan beberapa aliran tanpa nama.

Sin Lam Ba lebih banyak berkembang di wilayah Jakarta, sedangkan Al-Hikmah masuk Jawa Tengah melalui jalur pesantren Bambu Runcing di Parakan Temanggung. Budi Suci yang didirikan H. Abdul Rosyid di Bogor memilih wilayah pengembangan di wilayah pantai utara ke arah timur mulai dari Jakarta, Bekasi, Karawang, Cikampek, Kuningan, Indramayu dan Cirebon, Semarang, Rembang dan tahun 1983 di Cluwak, Pati Utara. Sedangkan Margaluyu justru berkembang pesat di wilayah Yogyakarta, walau guru yang belajar dari aliran ini kemudian mengganti perguruan dengan nama baru.

Pada tahun-tahun berikutnya, perkembangan perguruan tenaga dalam layaknya MLM (Multi Level Marketing). Seseorang yang belajar pada suatu perguruan memilih untuk mendirikan perguruan baru sesuai selera pribadinya. Ini adalah gejala alamiah yang tidak perlu dimasalahkan, karena setiap guru atau orang yang merasa mampu mengajarkan ilmu pada orang lain itu belum tentu sepaham dengan tradisi yang ada pada perguruan yang pernah diikutinya.

Pertimbangan merubah nama perguruan itu dilatarbelakangi oleh hal-hal yang amat kompleks, mulai adanya ketidaksepahaman pola pikir antara orang zaman dulu yang mistis dan kalangan modernis yang mempertimbangkan sisi kemurnian aqidah dan ilmiah, disamping pertimbangan dari sisi komersial. Yang pasti, misi orang mempelajari tenaga dalam pada masyarakat sekarang sudah mulai berubah dari yang semula berorientasi pada ilmu kesaktian menuju pada gerak fisik (olah raga) karena orang sekarang menganggap lawan berat yang sesungguhnya adalah penyakit. Karena itu, promosi perguruan lebih mengeksploitasi kemampuan mengobati diri sendiri dan orang lain.

Aliran perguruan tenaga dalam yang mengeksploitasi kesaktian kini lebih diminati masyarakat tradisional. Dan menurut pengamatan penulis, perguruan ini justru sering “bermasalah” disebabkan pola pembinaan yang menggiring penganutnya pada sikap “kejawaraan” melalui doktrin-doktrin yang kurang bersahabat pada aliran lain dari sesama perguruan tenaga dalam maupun bela diri dari luar (asing).

Sikap ini sebenarnya bertentangan dengan sikap para tokoh seperti Bang Kari yang selalu wanti-wanti agar siapapun yang mengamalkan bela diri untuk selalu memperhatikan “sikap 5” yaitu :

1. Jangan cepat puas.

2. Jangan suka pamer.

3. Jangan merasa paling jago.

4. Jangan suka mencari pujian dan

5. Jangan menyakiti orang lain.

Dan perlu diingat, perkembangan pencak silat sebagai dasar dari tenaga dalam itu, baik pelaku maupun keilmuannya dapat berkembang karena silaturahmi antar tokoh, mulai dari silat Pagar Ruyung Padang yang dibawa H Qosim (Syahbandar), Bang Kari dan Bang Madi yang merangkum silat Betawi dengan Kung Fu, juga Abah Khoir dengan Cimandenya, RH. Ibrahim dengan Cikalongnya.

Rangkapan Fisik

Setiap perguruan tenaga dalam memberikan sumbangsih tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Margaluyu menorehkan tinta emas sebagai perguruan tua yang banyak mengilhami hampir sebagian besar perguruan di Indonesia, dan cabang-cabang dari perguruan ini banyak berjasa bagi pengembangan tenaga dalam yang ilmiah dan universal.

Sin Lam Ba, Al-Hikmah, Silat Tauhid Indonesia berjasa dalam memberikan nafas religius bagi pesertanya, dan aliran Nampon berjasa dalam memberikan semangat bagi para pejuang di era kemerdekaan.

Terlepas dari sisi positif dari aliran-aliran besar itu, pengembangan aliran tenaga dalam yang kini masih memilih corak pengembangan bela diri dan kesaktian itu justru mendapat kritik dari para pendahulunya.

Pada tahun 1984 Alm. Sidik murid dari H Abdul Rosyid saat berkunjung ke wilayah Pati utara dan menyaksikan cara betarung (peragaan) suatu perguruan “pecahan” dari Budi Suci, menyayangkan kenapa sebagian besar dari siswa perguruan tenaga dalam itu sudah meninggalkan teknik silat (fisik) sebagai basic tenaga dalam.

Artinya, saat diserang mereka cenderung diam dan hanya mengeraskan bagian dada/perut. Kebiasaan ini menurutnya suatu saat akan menjadi bumerang saat harus menghadapi perkelahian diluar gelanggang latihan. Karena saat latihan hanya dengan “diam” saja sudah mampu mementalkan penyerang hingga memberikan kesan bahwa menggunakan tenaga dalam itu mudah sekali.

Mereka tidak sadar bahwa dalam perkelahian di luar gelanggang latihan itu, suasananya berbeda. Dalam arena latihan yang dihadapi adalah teman sendiri yang sudah terlatih dalam menciptakan emosi (amarah).

Cara bela diri memanfaatkan tenaga dalam yang benar menurut Alm. Sidik sudah dicontohkan oleh Nampon saat ditantang jawara dari Banten dan saat akan dicoba kesaktiannya oleh KM Tamim. Yaitu, awalnya mengalah dan berupaya menghindar namun ketika lawan masih memaksa menyerang, baru dilayani dengan jurus silat secara fisik, menghindar, menangkis dan pada saat yang dianggap tepat memancing amarah dengan tamparan ringan dan setelah penyerang emosi, baru menggunakan tenaga dalam.

Pola pembinaan bela diri yang tidak lengkap yang hanya fokus pada sisi batin saja, sering menjadi bumerang bagi mereka yang sudah merasa memiliki tenaga dalam sehingga terlalu yakin bahwa bagaimanapun bentuk serangannya, cukup dengan diam (saja) penyerang pasti mental. Dan ketika mereka menghadapi bahaya yang sesungguhnya, ternyata menggunakan tenaga dalam tidak semudah saat berlatih dengan teman seperguruannya.

Fenomena pembinaan yang sepotong-potong ini tidak lepas dari keterbatasan sebagian guru yang pada umumnya hanya pernah “mampir” di perguruan tenaga dalam. Sidik mengakui banyak orang yang belajar di Budi Suci hanya bermodal “jurus dasar” saja sudah banyak yang berani membuka perguruan baru. Padahal dalam Budi Suci itu terdapat 3 tahapan jurus. Yaitu, Dasar Jurus – Jodoh Jurus dan Kembang Jurus (ibingan).

Karena tergesa-gesa ingin membuka aliran baru itu menyebabkan siswa sering tidak siap disaat harus menggunakan tenaga dalamnya. Dan Yosis Siswoyo dari Bandar Karima memberikan konsep bahwa keberhasilan memanfaatkan tenaga dalam ditentukan dari prinsip “min-plus” yang dapat diartikan : Biarkan orang berniat jahat (marah), aku memilih untuk tetap bertahan dan sabar.

Karena itu pembinaan fisik, teknik bela diri fisik, teknik, kelenturan, refleks dan mental bertarung perlu ditanamkan terlebih dahulu karena kegagalan memanfaatkan tenaga dalam lebih disebabkan mental yang belum siap sehingga orang ingat punya jurus tenaga dalam setelah perkelahian itu sudah usai.

Berdasarkan pengamatan, tenaga dalam berfungsi baik justru disaat pemiliknya “tidak sengaja” dan terpaksa harus bertahan dari serangan orang yang berniat jahat. Dan tenaga dalam itu sering gagal justru disaat tenaga dalam itu dipersiapkan sebelumnya untuk “berkelahi” dan akan lebih gagal total jika tenaga dalam itu digunakan untuk mencari masalah.

Tenaga dalam harus bersifat defensif atau bertahan. Biarkan orang marah dan tetaplah bertahan dengan sabar dan tak perlu mengimbangi amarah. Sebab jika pemilik tenaga dalam mengimbangi amarah, maka rumusnya menjadi “plus ketemu plus” yang menyebabkan energi itu tidak berfungsi. Dan dalam hal ini Budi Suci menjabarkan konsep “min – plus” itu dengan

  • sikap membiarkan lawan “budi” (bergerak/amarah) dan
  • tetap mempertahankan “suci” (sabar, tenang).

Memposisikan diri tetap bertahan (sabar) sangat ditentukan tingkat kematangan mental. Dan pada masa Nampon dan H Abdul Rosyid, tenaga dalam banyak berhasil karena dipegang oleh pendekar yang sudah terlatih bela diri secara fisik (sabung) sehingga saat menghadapi penyerang mentalnya tetap terjaga.

Sekarang semua sudah berubah. Orang belajar tenaga dalam sudah telanjur yakin bahwa serangan lawan tidak dapat menyentuh sehingga fisik tidak dipersiapkan menghindar atau berbenturan. Dan karena tidak terlatih itu disaat melakukan kontak fisik, yang muncul justru rasa takut atau bahkan mengimbangi amarah hingga keluar dari konsep “min-plus”.

Tenaga Dalam Pantura

Perkembangan tenaga dalam di wilayah eks Karisedenan Pati tak lepas dari peran Perguruan Satya dibawah asuhan alm. Soeharto – Semarang.

Satya berkembang di wilayah Pati awalnya dibawa oleh murid Soeharto bernama Subiyanto asal Jepara. Namun Subiyanto kemudian membuat perguruan Mustika. Walau perguruan ini hanya muncul sesaat kemudian tidak terdengar lagi.

Pada akhir tahun 70-an Satya masuk wilayah Pati dengan corak yang saat itu dianggap tabu karena berlatih pada tempat terbuka pada siang hari. Ini berbeda dengan aliran lain yang memilih berlatih secara sembunyi-sembunyi.

Satya lebih mudah diterima masyarakat karena sifatnya yang terbuka, lebih njawani dan tidak bernaung dibawah partai politik tertentu bahkan menerima anggota dari semua agama, walau dalam ritualnya Satya tidak jauh beda dengan aliran Budi Suci yang dikembangkan oleh Bang Ali yang saat itu juga banyak berkembang di Jawa Tengah.

Kesamaan Satya dengan Budi Suci disebabkan alm. Soeharto mengenal jurus tenaga dalam itu berasal dari Yusuf di Tanjung Pinang, dan Yusuf adalah murid dari alm. Sidik, salah satu dari murid H Abdul Rosyid sang pendiri aliran Budi Suci.

Dalam lingkup pergruannya, Soeharto hampir tidak pernah menyebut-nyebut nama Yusuf sebagai sang guru. Ini disebabkan adanya hal yang sangat pribadi berkaitan dengan sang guru yang WNI keturunan itu. Justru Soeharto lebih sering menyebut nama Sidik, walau pertemuan keduanya itu baru berlangsung diawal tahun 80-an.

Ketika beberapa pengurus Satya di Sirahan, Cluwak berhasil menemukan Sidik di Cilincing, Jakarta Utara, lalu diboyong untuk meneruskan pembinaan dari anggota Satya yang saat itu sudah pasif dari berbagai kegiatan perguruan.

Kehadiran Sidik ke Sirahan ibarat meneruskan pelajaran lanjutan yang tidak terdapat pada kurikulum Satya. Selain pembaharuan dalam jurus dasar juga meneruskan pada materi Jodoh Jurus dan Kembang Jurus ciptaan oleh Abah Khoir sang pendiri Cimande dan sebagian sudah digubah oleh H Abdul Rosyid.

Sejarah tentang tenaga dalam perlu diketahui oleh mereka yang mengikuti suatu aliran tenaga dalam. Ketidaktahuan tentang sejarah itu dapat menggiring seseorang bersikap kacang lupa kulit, bahkan memunculkan “anekdot spiritual” sebagaimana dilakukan seorang guru tenaga dalam yang karena ditanya murid-muridnya dan ia tidak memiliki jawaban lalu menjelaskan bahwa orang-orang yang ditokohkan dalam perguruan itu dengan jawaban yang mengada-ada.

Misalnya, Saman adalah seorang Syekh dari Yaman, Madi disebut sebagai Imam Mahdi, Kari adalah Imam Buchori, Subandari adalah Syeh Isbandari. Dan jawaban seperti itu tidak memiliki dasar dan konon hanya berdasarkan pada kata orang tua semata.(Dari berbagai sumber)

Silat Tenaga Dalam Nur Illahi yang saya pelajari dan tulis diblog ini didapat dari Mbah Muin, yang pada tahun 1968-1973 berdomisili di Jakarta. Adapun guru beliau sendiri saya tidak tahu namanya, tapi katanya dari Banten…

Pantangan yang berat dari aliran ini adalah MOLIMO (Maling, Madon/berzinah, Mabuk, Madat/narkoba, Maen judi)…

Aliran ini latihan fisiknya berat, tapi yang lebih berat sebenarnya adalah latihan sabar dan pantangan molimonya….kalau melanggar pinaltinya berat.

Dari berbagai pengalaman uji coba bertarung betulan, ilmu silat ini sangat ampuh kalau untuk pertarungan antara hidup dan mati, pertarungan yang taruhannya nyawa..mengapa begitu? karena orang yang berniat membunuh kita, pasti nafsu amarahnya sangat tinggi, berarti enerji negatifnya sangat dahsyat…dan justru nafsu amarah lawan inilah yang kita kembalikan dengan ilmu silat tenaga dalam ini, seperti halnya sebuah kaca cermin bisa mengembalikan serangan senjata sinar laser yang menghancurkan…

Pendapat bapak Sidik, murid dari H.Abdul Rosyid tentang para pesilat tenaga dalam sebaiknya juga menguasai silt fisik adalah benar sekali…sebab kalau kita menghadapi para karateka atau pesilat pertandingan yang mampu menahan amarah pada saat berkelahi, maka pesilat tenaga dalam akan sulit menjatuhklan lawan, karena lawan tidak punya nafsu amarah…

Segi positifnya, para pesilat tenaga dalam memang dilarang menggunakan ilmu silat tenaga dalamnya kecuali untuk membeladiri dari serangan yang mematikan…bukan untuk kejahatan atau jago jagoan….karena itu pemilik silat tenaga dalam yang tinggi biasanya tidak akan memamerkan diri/show, karena itu memang ilmu simpanan, ilmu pamungkas…yang dipamerkan biasanya hanya karate, judo, silat mertpati putih, tinjunya saja (sesuai pengalaman pribadi)…

Tingkat kekuatan ilmu silat tenaga dalam sangat dipengaruhi oleh tiongkat keimanan dan ketaqwaan sipesilat…makin beriman dan bertaqwa, makin ampuh ilmunya…sekaligus dapat digunakan untuk bertarung melawan jin dan iblis serta pengobatan kesurupan dan sante…bahkan semua penyakit manusia…(tentunya atas izin Tuhan)…

Ilmu silat tenaga dalam yang dirawat dengan baik, mampu menetralisir semua kekuatan black magic jenis apapun, baik itu ilmu santet, guna guna, leak, kebal, bisa menghilang, bisa menyetrom/tai chi tingkat tinggi, dll (sesuai pengalaman pribadi selama 38 tahun)… Ilmu ini juga sangat efektif bagi penugasan saya sebagai Komandan Polisi Milter selam puluhan tahun yang sering harus bertugas yang bertaruh nyawa….seperti saat menetralisir kekuatan ilmu hitam Xanana Gusmao di Dilli Timtim…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted by: tirtaamijaya | Juli 22, 2008

DOA YANG TERKABUL

Pembaca blog yang budiman, saya postingkan sharing dari teman kita pak William dari Negri Belanda…

Assalamu’alaikum wr.wb.,

 Doa adalah ibadah ruhiyah yang dapat berfungsi sebagai sarana interaksi antara seorang hamba dan Penciptanya.

Sabda Rasulullah, ”Doa itu adalah ibadah.”Namun, agar doa dikabulkan oleh Allah SWT, ada syarat yang harus dipenuhi.
Pertama, ikhlas dalam berdoa.

 

 

 

Kedua, tidak boleh tergesa-gesa (isti’jal) dalam berdoa.

Ini sebagaimana sabda Rasulullah, ”Doa seorang hamba masih akan tetap dikabulkan selama tidak berdoa dengan tujuan dosa atau memutus silaturahim dan selama tidak isti’jal.” Seorang sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah, apa itu isti’jal?” Beliau menjawab, ”(Yaitu seseorang) mengatakan, ‘Saya sudah berdoa tetapi belum juga dikabulkan’, lalu ia merasa rugi di saat itu dan ia tinggalkan doanya.” (HR Muslim, Tirmidzi, dan Abu Daud).
Ketiga, berdoa harus untuk kebaikan.

 

 

 

Rasulullah SAW bersabda, ”Doa seorang hamba akan tetap dikabulkan selama tidak berdoa untuk sesuatu dosa atau untuk memutus silaturahim.” (HR Muslim).

Keempat, berdoa harus dengan kehadiran hati.

Kata Rasulullah SAW, ”Jika kalian berdoa, memintalah kepada Allah ta’ala. Mintalah dengan disertai keyakinan bahwa permintaan kalian akan dipenuhi (dikabulkan), karena sesungguhnya Allah ta’ala tiada akan mengabulkan doa hamba yang lalai.” (HR Ahmad).
Kelima, menjaga makanan, minuman, dan pakaian yang halal dan thayyib (baik).

 

 

 

Hal ini termasuk syarat terkabulnya doa.

Keenam, membaca shalawat Nabi SAW.

Hal ini berdasarkan sabda beliau sendiri, ”Setiap doa tertahan hingga diucapkannya shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.” (Hadis shahih dari Al-Jami’us Shaghir: 4399).
Ketujuh, seorang hamba harus selalu berusaha untuk menjalankan apa yang diperintahkan oleh agama dan menjauhi semua larangannya.

 

 

 

Allah SWT berfirman, ”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah: 186).

 (Mutiara Hikmah, Republika)

Semoga bermanfaat.

 

 

 

 

Posted by: tirtaamijaya | Juli 21, 2008

MAKNA SURAT AL FATIHAH

Pembaca blog yang budiman, surat Al Fatihah dikenal sebagai intisari Al Qur’an , karena itu pada saat melaksanakan sholat, surat Al Fatihah harus dibacakan dalam setiap rakaat…

Dalam pengalaman saya sebagai penyembuh spiritual selama  sekitar 30 tahun, ternyata semua pasien saya yang terserang berbagai penyakit, baik itu medis maupun non medis, semuanya tidak tahu arti dan makna dari Al Fatihah …

Hampir semuanya hanya hapal bahasa arabnya tapi tidak tahu artinya…

Memang sebagian kecil ada yang tahu artinya, tapi hanya sebagian kecil dari ayat nya saja….

Dari pengalaman ini, saya berkesimpulan bahwa kalau mau hidup selamat, terbebas dari berbagai penyakit dan masalah, setiap orang yang mengaku beragama Islam, mutlak harus memahami dengan baik dan benar makna dari Surat Al Fatihah…

Karena itu saya tayangkan cuplikan Tadabbur Al Fatihah dari weblog Tadabbur Qur.an milik Ustadz Fadhilza untuk memahami  makna Surat Al Fatihah secara baik dan benar…

( Pak Fadhilza,… saya minta izin ya, menyebar luaskan Tadabbur Al Fatihah milik bapak…)

INILAH ARTI/MAKNA DARI SURAT AL FATIHAH:

Ayat 1: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”.

Rasakan betapa besar kasih sayang Allah kepada kita semua, bayangkan semua nikmat yang telah kita terima dariNya. Nikmat udara yang kita hirup, nikmat penglihatan, nikmat pendengaran, nikmat sehat. Apakah kita sudah berterima kasih padaNya??. Rasakan kasih sayang dan sifatnya yang maha pengasih serta pemurah. Rasakan getaran dihati anda, hingga timbul dorongan untuk menangis. Silahkan menangis jika dorongan itu memang kuat. Jangan tahan tangisan anda.

 

Ayat 2: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”

Rasakan betapa mulianya Allah, betapa Agungnya Dia , hanya Dialah yang berhak dipuji. Dialah Tuhan penguasa Alam semesta yang maha mulia dan Maha terpuji. Rasakan betapa hina dan tidak berartinya kita dihadapan Dia. Lenyapkan semua kesombongan diri dihadapaNya. Rasakan getaran yang dahsyat didada anda…

 

Ayat 3: “Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

Rasakan seperti pada ayat pertama

Ayat 4: “Yang menguasai hari pembalasan” 

Bayangkan seolah olah anda berada dihapan Allah di padang Mahsyar kelak. Dia lah penguasa tunggal dihari itu. Bagaimana keadaan anda dihari itu? Rasakan dan hayati ayat tadabbur yang anda dengar. Biarkan airmata anda mengalir . Menangislah dihadapan Allah pada hari ini , disaat pintu taubat masih terbuka. Jangan sampai anda menangis kelak dihari berbangkit ketika pintu taubat telah tertutup

Ayat 5: “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan”

Inilah pengakuan anda bahwa hanya Dia yang anda sembah, dan hanya padaNya anda mohon pertolongan. Buatlah pengakuan dengan tulus dan iklas.

Ayat 6: “Tunjukilah kami jalan yang lurus”

Mohonlah padanya agar ditunjuki jalan yang lurus. Jalan yang penuh dengan rahmat dan berkahNya. Dengarkan dan hayati kalimat tadabbur yang anda dengar

 

Ayat 7: “(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat”.

Bayangkan jalan orang orang yang telah mendapat nikmat , kebahagian dan kesuksesan sebagai karunia dari sisinya. Berharaplah untuk mendapat kebahagian seperti orang itu.

Bayangkan pula jalan orang orang yang mendapat murka dan azabnya

Bayangkan pula jalan yang ditempuh orang yang sesat mohon agar dijauhkan dari jalan itu.

 

Jika anda orang yang berhati peka pasti anda akan menangis, mendengar bacaan tadabbur ini. Jika anda belum merasakan getaran apapun dihati anda. Ulangi terus tadabbur ini. Gunung saja akan hancur mendengar ayat Qur’an , hati anda tidak sebesar gunung bukan? Mudah mudahan Allah tidak mengunci mati hati anda ..

Posted by: tirtaamijaya | Juli 21, 2008

SHARING DARI NEGRI JIRAN (edisi 2)

Bertemu dengan dunia International

Disini saya benar-benar di tuntut untuk berfikir luas secara international. Sifat Allah yang visioner (Al-Aakhir) pun saya praktekkan disni. Disini saya bertemu dengan orang dari berbagai macam Negara. Dengan berbeda warna kulit, bahasa, dan budaya. Ada yang berkulit putih, Hitam, dan hitam sekali. Rata-rata mereka semua  berumur 18-25 tahun. Sempat ada rasa minder di hati saya, karena umur saya tergolong paling muda diantara teman-teman international student dan local student (siswa Melayu). Dosen pun sempat kaget ketika mendengar umur saya masih 17 tahun. Tapi jika di pikir-pikir buat apa saya malu? Tak ada hal yang memalukan dari saya, malah hal yang luar biasa, di umur yang muda ini saya sudah bertemu dengan orang-orang dari berbagai macam Negara, dan berkomunikasi dengan mereka, kemudian saya bisa melihat hal yang unik dari keanekaragaman budaya, yang dibawa oleh setiap orang dari Negara mereka masing-masing. Subhanallah….

 

Satu nilai tambah buat orang Indonesia adalah, rata-rata orang Malaysia lebih senang berkomunikasi dengan orang Indonesia. Karena orang Indonesia dapat memahami 2 bahasa sekaligus, Inggris dan Malaysia. Mereka juga senang berteman dengan orang Indonesia, karena menurut cerita mereka orang Indonesia terkenal ramah-ramah.  Alhamdulillah

 

Minggu Halauan Siswa

Minggu Halauan Siswa adalah suatu acara yang di peruntukkan untuk mahasiswa baru atau dalam bahasa Indonesia nya “MOS =Masa Orientasi Siswa” dan bahasa kuliahnya adalah OSPEK. Disni ospek nya tidak seperti di Indonesia. Tak ada kekerasan atau main fisik. Bahkan lebih baik saya ospek disini jika di bandingkan dengan ospek sewaktu saya SMA. Para kakak senior menyambut baik kehadiran mahasiswa baru atau adik tingkatnya. Dan adik tingkatnya itu, tak lupa juga menghormati kakak kelasnya. Tak hanya International student, local student pun juga begitu. Semua mempunyai perlakuan yang sama. Hanya saja acara yang dibuat antara local student dan International student itu berebeda. Sempat terbesit dalam hati saya “bagaimana tidak di Indonesia begitu banyak orang yang brutal, maunya Main fisik , Segala sesuatu di sesesaikan dengan marah dan kekerasan, jika mulai dari lembaga  pendidkan saja, mendidik dengan menekan mental setiap peserta didiknya dari tahun ke tahun.” Saya sempat merasa bersalah kepada adik-adik kelas saya sewaktu saya SMA. Karena saya merupakan salah satu panitia MOS di sekolah saya, pada waktu penyambutan siwa baru. Dulu salah satu ikrar MOS yang paling terkenal adalah“ Kakak Senior selalu benar”.

 Saya juga ikut serta menelan mentah-mentah isi dari ikrar  itu. Saya pun menekan mental adik-adik kelas saya dengan cara marah-marah tanpa sebab. Atau memarahi mereka habis-habisan karena kesalahan yang mereka buat dan menghukum mereka. Padahal kesalahan yang mereka buat merupakan kesalahan kecil, yang saya pun sering melakukannya. Namu hal itu saya lakukan sebelum saya mengikuti training ESQ. Setelah training ESQ saya pun sadar, bahwa hal yang saya lakukan  itu salah. Dan saya semakin sadar lagi ketika saya melihat cara orang Malaysia dalam menyambut siswa baru dengan pelayanan yang terbaik. Subhanallah…. Budaya baik seperti ini harus saya bawa ke Indonesia. Tapi saya kaizenkan dulu “Ambil yang baik buang yang buruk ciptakan yang baru”. hehehehehehehehe

 

Menyanyikan lagu tradisional di negri orang

Di hari terakhir masa orientasi untuk International student, Panitia mengadakan suatu acara penutupan untuk International student. Suatu acara informal yang didalamnya berisi games-games yang menarik dan suasananya menyenangkan. Salah satu games yang di mainkan adalah games yang sering dimainkan untuk memilih Raja dan Ratu pada saat Training ESQ. Pada saat itu terbesit “saya ingin mengikuti training lagi, saya sangat rindu dengan suasana training ESQ”. Maklumlah, di Indonesia biasanya setiap bulan mengikuti training ESQ, entah itu jadi ATS, alumni, ataupun sharing (saya biasa diminta sharing pengalaman saya mengikuti training  di depan ayah bunda peserta training professional sebagai remaja yang sudah mengikuti training ESQ). Sebenarnya di kampus saya belum pernah diadakan In House Training.

 

Pada sesi akhir acara, setiap Negara wajib membawakan satu tarian atau nyanyian tradisional dari Negara mereka masing-masing. Dimulai dari Negara Yaman, Nigeria, Somalia, Palestine, Iran, Cina, dan Indonesia. Saya dan teman-teman bingung, tarian atau lagu tradisional apa yang akan kita buat?? Sedangkan kita berasal dari berbagai macam daerah yang mempunyai tarian dan lagu tradisional yang berbeda-beda.  Dari situ lah saya dan teman-teman mulai menyadari bahwa keanekaragaman suku, budaya, dan bahasa di Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke pun tak terhitung berapa jumlah pulau-pulau nya apalagi budayanya. Tak seperti Negara-negara lain. Mereka bisa membawakan tarian tradisional mereka, karena hanya tarian itulah yang mereka punya.  Tadinya kita ingin membawakan lagu kebangsaan Indonesia, tapi peraturannya adalah kita harus menyanyikan lagu atau tarian tradisional dari setiap Negara. Bukan lagu kebangsaan. Saya dan teman-teman pun memutuskan untuk menarikan salah satu tarian tradisional. Tapi banyak diantara kita yang pandai tarian tradisional, hanya dari daerahnya masing – masing, dan yang bisa menari pun itu adalah anak perempuan yang semuanya berjumlah 4 orang, yang berasal dari daerah yang berbeda-beda. Jumlah yang sangat minim untuk membawakan suatau tarian . Dan pada akhirnya kita sepakat untuk menyanyiakan lagu tradisional Aceh “Bungo Jeumpa”. Karena banyak diantara kami yang berasal dari Aceh dan keturunan Aceh. Walaupun agak sedikit berantakan. Namun setelah kami selesai menyanyikan lagu itu, penonton pun memberikan tepuk tangan yang gemuruh buat International student from Indonesia.

 

Berteman dengan orang Malaysia

Disini saya selain berteman dengan orang Indonesia, Somalia, Siria, Yaman, Iran, Palestine, China, saya juga berteman dengan orang Malaysia. Mereka semua seperti kita. Ada yang ramah, baik, sopan dan lembut tutur katanya. Ada juga yang agak kasar, keras nada bicaranya, tapi lembut hantinya. Tapi keseluruhan, mereka semua orangnya ramah-ramah. Dengan orang yang tak di kenal pun mereka tak segan mengeluarkan senyum yang termanis mereka (2cm kiri 2 cm kanan) di depan orang tersebut. Aura positif  terpancar  kuat di setiap orang. Saya punya pengalaman, setiap saya jalan kemana pun di di wilayah Malaysia, walapupun itu di mall, di jalan, café, restaurant, pasar, mereka mengeluarkan senyum mereka. Lingkungannya hampir sama lingkungan ESQ 165 pada saat training, maupun pada saat bertemu dengan alumni-alumni ESQ. Mereka selalu mengeluarkan senyum mereka dan kemudian salam semut. “Duuu jadi kangen dengan ESQ nih.”^^

 

Ternyata orang Malaysia suka dengan bahasa Indonesia. Ada yang bilang, kalo bahasa Indonesia merupakan sastra bahasa Melayu. Mereka juga menyukai sinetron-sinetron Indonesia. Sinetron Indonesia yang ditayangkan disini, adalah sinetron-sinetron yang bernuansa Islami. Dan mereka suka dengan alur cerita yang di sajikan. Mereka juga senang mendengarkan lagu-lagu Indonesia. Jika saya pergi ke mall atau café, mereka biasanya memutar lagu-lagu Indonesia. Jadi serasa di Indonesia, walaupun bukan tanah Indonesia.

 

Pakaian mereka sopan-sopan. Wanita melayu asli biasanya menggunakan baju kurung dan jilbab. Baju santai mereka biasanya menggunakan T-Shirt panjang dan celana panjang yang tidak ketat, dan kemudian memakai kerudung atau jilbab. Sedangakan yang Pria menggunakan T-Shirt atau kemeja dengan celana panjang. Tak terlihat secara tajam perbedaan derajat seseorang di Malaysia. Entah dia kaya atau pun miskin, semuanya terlihat sama. Khususnya dalam lingkungan kampus UTM. Baju-baju yang di kenakan para mahasiswanya di dalam kampus UTM, tak berlebihan. Kecuali di pusat-pusat perbelajaan atau tempat hiburan seperti bioskop.

 

Langkah kaki yang cepat

Kampus UTM adalah kampus yang luas yang pernah saya temui. Kampus ini isinya Masjid, fakultas-fakultas, perpustakaan, asrama-asrama, dll. Disni asrama biasa di sebut “kloej”. Ada 13 kolej di UTM, yang bisa menampung sekitar 18000 siswa dan siswi UTM. Kebetulan kolej saya tak jauh dari faculty. Hanya dengan berjalan kaki 5-15 menit sudah sampai ke faculty yang di tuju. Terkadang jika saya malas berjalan kaki saya bisa menaiki bus yang memang di sediakan oleh UTM. Bus itu mengitari seluruh faculty yang ada di UTM. Tapi khusus di kolej (asrama) saya, bus jarang datang. Bus sering ada untuk asrama yang jauh dari faculty.

Disini saya mulai terbiasa berjalan kaki. Memang pertamanya cukup melelahkan. Karena pola jalannya menanjak dan berbukit. Jalan yang khusus di sediakan untuk pejalan kaki itu, di penuhi oleh tangga-tangga. Sehingga muncul lah julukan yang datang dari teman-teman saya “UTM= Universitas Tangga Melulu”. Hehehehe. Naik tangga turun tangga sudah pekerjaan yang biasa disini. Kamar saya saja terletak di lantai 3, yang mau tidak mau saya harus menaiki 5 anak tangga untuk menuju kamar saya.

 

Orang Cina biasanya lebih suka berjalan kaki. Walaupun ada bus di depan mereka, tapi jalan kaki merupakan pilihan yang terbaik bagi mereka berapa pun jarak yang mereka tempuh. Dan langkah mereka pun tak ada yang lambat seperti saya dan teman-teman. Saya punya teman dari Cina yang bernama Yong Danni. Ketika dia berjalan, layaknya seseorang yang sedang berlari. Walaupun mereka berjalan kaki, tak satu pun diantara mereka terlambat masuk ke dalam kelas. Bahkan ada yang mendahului sebelum kelas di mulai. Dan setelah masuk ke dalam kelas, banyak diantara mereka yang langsung membuka buku dan mempelajari subjek yang akan di pelajari. Walaupun dosennya belum masuk. Orang Cina memang sangat tekun dan disiplin.

 

Jika di amati, langkah kaki orang Indonesia itu lambat jika di bandingkan dengan orang Cina ataupun orang dari Negara Arab dan Afrika. Langkah mereka sangat cepat. Seperti sedang menuruni sebuah bukit (hehe ini mah langkah kaki Nabi Muhammad saw dalam riwayat). Saya punya teman dari Suria. Hadia namanya. Orangnya sangat ramah, bahasa Inggris nya bagus, yang merupakan asset saya untuk belajar berbahasa Inggris. Dia sangat senang berteman dengan orang Indonesia, karena kata Hadia orang Indonesia itu ramah-ramah. 

Saya punya pengalaman yang manarik dengan Hadia. Ketika orang Indonesia menaiki sebuah tangga, yang dimana Hadia di belakangnya, dia pasti berkata “Quickly Girls”, atau dia mendahlui kita. Padahal kita rasa langkah kaki kita sudah cepat. Kemudian sewaktu kita berjalan, mungkin karena kelelahan, kita 4 orang wanita dari Indonesia berjalan sangat lambat. Lelucon dan tawa tak ada yang keluar dari salah satu diatara kita ber empat. Kemudian Hadia mencairkan suasana dengan berkata“All of you are Jaddah = Kamu semua adalah nenek-nenek” dan kemudian Hadia kembali berjalan dengan langkah kakinya yang cepat. Kita orang Indonesia jadi malu dan kemudian berusaha menyusul Hadia dengan langkah kaki yang lebih cepat.

 

 

Pada suatu kesempatan, ketika saya teman-teman dari Indonesia, serta Hadia, sedang menaiki suatu tangga kemudian Hadia pun bertanya, “Why all most Indonesian people walk slowly?” kemudian kita menjawab “Maybe it because of our leg is shoter than you” Hadia pun berkata “ No, My leg is same with you, the length is same too”. Sesaat setelah dia berkata demikian, terbesit di dalam hati saya “Mengapa banyak diantara langkah kaki orang Indonesia itu lambat?? Bagaimana kita bisa memajukan Indonesia jika kita tidak bisa berlari untuk mengejar kemajuan itu. Bagaimana saya bisa ikut serta mewujudkan Indonesia Emas 2020 jika langkah kaki saya tetap lambat seperti ini???” Mulai dari pertanyaan itulah yang membuat saya sangat malu. Sejak dari hari itu, saya berusaha mempercepat langkah kaki saya. Walaupun tak secepat orang Arab, Cina, dan Afrika, Tapi setidaknya usaha yang saya lakukan disini meliputi belajar, berteman dengan orang dari berbagai macam Negara, berkomunikasi dengan bahasa Inggris, merupakan suatu langkah kaki yang cepat menuju perubahan yang menyeluruh di dalam diri saya kearah yang lebih baik. InsyaAllah. Saya sekarang mencoba untuk berjalan cepat layaknya orang Cina, Arab, dan Afrika. Dan alhamdulliah kecepatannya tak berbeda jauh dengan mereka. Teman-teman saya pun berkata seperti ini “ Suci udah ketularan Hadia tuuh”. Alhamdulillah. Mudah-mudahan ada sesuatu pelajaran lagi yang membuat saya berubah kearah yang lebih baik.

 

Saya disini bergabung dengan organisasi PPI (persatuan Pelajar Indonesia). Di organisasi ini saya bertemu dengan seluruh pelajar dari Indonesia yeng belajar di UTM. Pelajar S1, S2, dan S3 semua bergabung di dalam komunitas ini. Satu hal yang sangat saya sukai dari komunitas ini adalah, saya bebas menggunakan bahasa Indonesia. Pada hari Sabtu tanggal 12 Juli,,, saya menghadiri Musyawarah PPI. Saya sangat sengan sekali, karena saya bisa menyanyikan lagu Indonesia Raya untuk pertama kalinya di negri orang.

 

Itulah pengalaman menarik yang saya temui dari pertama saya memasuki kampus, sampai saya menuliskan kata-kata penutup seperti ini di atas meja belajar saya. Maafkan saya bila ada salah dalam penyampaikan kalimat dan kata-kata. Sesungguhnya kesalahan itu datang dari saya yang tak pandai menuliskannya dengan baik.

 Semoga yang saya tuliskan ini membawa manfaat kepada bagi yang membacanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Posted by: tirtaamijaya | Juli 21, 2008

SHARING DARI NEGRI JIRAN…(edisi 1)

Assalamu’alikum Wr Wb

PAGI !!!!!!!!!!!!!!! 

Salam 165

 Diary ini saya buat untuk menuliskan semua tentang pengalaman saya selama di Malaysia. Semoga bermanfaat.

 

Saat Pertama memasuki Kampus yang Baru 

Perkenalkan nama saya Suci Oktaviana Putri. Seorang gadis berumur 17 tahun. Saya adalah seorang mahasiswi di Universitas Tekhnologi Malaysia (UTM) di skudai kota Johor Malaysia. Ini adalah tahun pertama saya memasuki perguruan tinggi. Suatu tempat dimana saya mewakili sifat Allah Ar Rayid dan Al Aliim.

 

Saya berangkat ke Malaysia pada tanggal 24 juni 2008 pukul 12.00 bersama kedua orang tua saya. Saat-saat itu adalah saat yang berat untuk saya. Dikarenakan bibi saya (kakak dari ibu saya) sedang terbaring sakit di icu. Saya sempat tak tega untuk meninggalkan rumah dan keluarga dalam keadaan seperti itu. Tapi akhirnya dengan mengucapkan Basmallah, saya meutuskan pergi ke Malaysia untuk menuntut ilmu disana, apapun yang terjadi. Namun sebelum orang tua saya kembali ke Indonesia, bibi saya sudah mendahului kita semua. 

Saya pergi dari Palembang ke Batam dengan menggunakan pesawat. Kemudian dari Batam di lanjutkan menyebrang ke johor dengan menggunakan speedboat. Saya dan kedua orang tua saya tiba di pelabuhan “Stulang Laut” Johor  pada pukul  20.00 waktu Malaysia. Perlu diketahui waktu Malaysia lebih cepat 1 jam dibanding dengan Indonesia. Kemudian dari pelabuhan, kami menyewa taksi untuk membawa kami ke kampus UTM. Sekitar 30 menit perjalanan, akhirnya kami sampai di Universitas Tekhnologi Malaysia

 Ketika saya tiba di pintu gerbang masuk Kampus UTM, saya terpesona oleh ukiran arab  di atas pintu gerbang yang megah. Dan ternyata ukiran tersebut merupakan potongan ayat Al-Qur’an. Yang lebih kurang artinya seperti “Ya Allah tambahlah Ilmu kami”. Dari situlah saya semakin yakin, pilihan saya untuk menuntut ilmu di UTM adalah pilihan yang tepat. Kami di sini menyewa kamar di rumah tamu (wisma) yang terletak di dalam universitas tersebut. Karena lelah, akhirnya kami pun terlelap dalam keheningan malam.

Pagi hari nya saya menapaki kaki ke penjuru lain universitas ini. Subhanallah,,,, ternyata universitas tempat saya menuntut ilmu, sangat luas. Pemandangannya bersih, rapi, apik, dan menyegarkan mata, udaranya sejuk, bangunannya tertata rapih, panas matahari tak terlalu menyengat, dan jauh dari polusi. Di belakang kampus ini terdapat kebun kelapa sawit, yang membuat kesan semakin dekat dengan alam.

Bangunan Masjid yang megah adalah pusat dari universitas ini. Masjid itu dikelilingi oleh seluruh fakultas yang ada di universitas ini. Jika mau berfilosofi, filosofinya begini “Tak ada alasan tuk meninggalkan sholat walapun itu sedang belajar”.

Kemudian di samping masjid terdapat perpustakaan yang memuat buku-buku baru yang tertata rapih. Ruangannya Luas, sejuk, dan ber- ac. Didalamnya sudah dilengkapi oleh tekhnologi canggih. Mulai dari pintu masuk yang otomatis, computer, Internet dengan kecepatan yang tinggi, dan alat peminjam buku yang sudah menggunakan tekhnologi computer yang canggih.  Semua fasilitas itu gratis bagi mahasiswa dan mahasiswi yang belajar di UTM.

Kemudian saya pergi ke Medical center (Rumah sakit) untuk cek kesehatan. Seluruh International student diwajibkan untuk mengikuti tes kesehatan di rumah sakit university. Rumah sakitnya tak terlalu besar dan megah. Namun di dalamnya menyimpan berbagai macam kenyamanan dan kecanggihan tekhnologi. Semua data di atur oleh computer.  Mulai dari regristasi pasien, sampai akhirnya hasil tes yang di jalani. Semua terasa singkat dan praktis. Dan itu lagi-lagi khusus disedikaan untuk mahasiwa , mahasiswi, dan staff yang bekerja di UTM.

 Pada Saat Regristasi Ulang

Tanggal 26 Juni 2008 pukul 10.00, adalah saat dimana saya melakukan regristasi ulang. Di sana saya bertemu dengan seluruh International student yang berasal dari berbagai macam Negara. Ada yang dari Indonesia, Somalia, Nigeria, Suria, Palestine, Yaman, China, dll. Jika saya kuliah di Indonesia, saya bisa kenal orang dari berbagai macam daerah di nusantara. Tapi disni, saya bisa kenal orang dari berbagai macam Negara. Dan mau tidak mau mereka menuntut saya untuk berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Dan disitulah saya mulai menunjukkan kemampuan ber bahasa Inggris saya. Walaupun masih berantakan. Tapi saya mencoba untuk berbicara kepada mereka, dan memperaktekkan pengatahuan bahasa Inggris saya, yang saya dapat di Indonesia. Kemudian saya bertemu dengan anak-anak Indonesia angkatan saya yang juga kuliah di universitas ini. Sekitar 16 orang Indonesia termasuk saya. Perempuan ada 4 orang dan selebihnya laki-laki. Banyak diantara mereka yang berasal dari Aceh. Selebihnya ada yang dari Jakarta, Bogor, Padang, Medan, dan saya Palembang.

 

Setelah regristasi, saya pun memasuki asrama, yang harus saya tempati. Disini setiap pelajar wajib tinggal di asrama selama belajar di kampus ini. Satu kamar berdua. Di dalam kamarnya sudah tersedia 1 kipas angin gantung, tempat tidur, meja belajar, lemari, dan papan tulis yang masing-masing 2 unit. Setiap asrama berbeda-beda fasilitasnya. Kebetulan di asrama tempat saya tinggal, belum ada fasilitas internet di dalam kamar. Tapi syukur alhamdulillah saya mendapat kamar yang nyaman dan suasanyanya kondusif untuk belajar. Skalian mewakili sifat Allah As-Syakuur.

 

Posted by: tirtaamijaya | Juli 16, 2008

TENTANG PENGAMANAN PUBLIK FIGUR

Artikel ini ditulis atas pesanan pembaca blog yang tertarik melakukan pengamanan terhadap publik figur…..

Dasar tulisan ini adalah ilmu dan pengalaman pribadi dalam penugasan intelijen militer…selama di Pasukan Pengawal Presiden RI selama 7 tahun  dan menjadi Komandan Polisi Militer selama 23 tahun….

Bicara tentang Pengamanan, kita harus bicara juga tentang Ilmu Intelijen, karena Pengamanan adalah subsistem dari ilmu Intelijen…

Ilmu Intelijen, terbagi atas tiga bagian/subsistem, yaitu: 1. Penyelidikan/spionase-2. Pengamanan/security-3. Penggalangan…

Karena itu untuk melkukan tugas pengamanan yang sukses, harus juga mengetahui ilmu tentang Penyelidikan dan ilmu tentang Penggalangan…

Ilmu Penyelidikan/spionase sendiri terbagi atas Penyelidikan dan Contra Penyelidikan…

Obyek Pengamanan terdiri dari: Personil, Materil, Kegiatan/Operasional dan Dokumen/Berita.

Cara melakukan Pengamanan dilakukan secara Tertutup/secret sevice dan Terbuka/ berpakaian seragam tertentu dan dipamerkan.

Dari uraian tersebut diatas, maka Pengamanan Publik figur dapat didefinisikan sebagai berikut:

“Pengamanan Publik Figur adalah Pengamanan terhadap Personil VVIP dan atau VIP yang dilakukan secara tertutup dan atau terbuka oleh petugas keamanan, dalam rangka melakukan kegiatan profesi/kedinasan dan kegiatan pribadinya, agar aman dari semua hambatan, ancaman dan gangguan pihak lawan/yang berniat tidak baik”

Agar pelaksanan tugas pengamanan VIP/VVIP terlaksana dengan sukses, harus didukung oleh operasi penyelidikan terhadap kemampuan pihak lawan dalam melakukan operasi gangguannya, didukung oleh operasi kontra penyelidikan terhadap lawan yang berusaha menyusup/infiltrasi kedalam sistem pengamanan sendiri, didukung oleh operasi penggalangan/pembinaan terhadap kelompok yang diduga bersikap oposisi terhadap VIP/VVIP yang diamankan.

Jadi Operasi Pengamanan VIP/VVIP tetap harus didukung oleh operasi penyelidikan/kontra penyelidikan dan operasi penggalangan…

Untuk diketahui, organisasi sipil di Indonesia yang pernah tercatat memiliki kemampuan tinggi dan sangat terlatih melakukan operasi intelijen  ( Penyelidikan, Pengamanan dan Penggalangan) adalah orkanisasi Partai Komunis Indonesia (dulu…sekarang kurang termonitor lagi, karena sudah jadi organisasi terlarang)…

Dalam suatu organisasi sipil di Indonesia sekarang ini, menurut pengamatan saya kurang mampu melaksanakan operasi intel secara utuh (paket Penyelidikan, Pengamanan dan Penggalangan), kecuali mungkin organisasi teroris…

Dalam operasi Pengamanan publik figur di Indonesia dalam tingkat VIP, bukan VVIP (presiden dan Wakil Presiden), sebaiknya dilakukan denga cara tertutup, bukan terbuka yang dilakukan secara show of force, apalagi menggunakan atribut yang menyolok seperti militer…

Pengamanan tertutup tersebut sebaiknya dikoordinir oleh ajudan/sekertaris pribadi VIP, bekerjasama dengan koordinator kawal pribadi VIP dan koordinator Pengamanan Obyek/Lokasi/Instansi yang dikunjungi, serta Kepala Protokol Instansi setempat atau Event Orgaizir Kegiatan yang dikunjungi.

Ajudan/Spri VIP harus selalu berkoordinasi dengan semua pihak terkait dengan Jadwal Acara VIP, sejak mulai berangkat dari Kediaman atau Kantor, sampai kembali kekediaman/kantor.

Jadwal Acara tersebut harus dijadikan alat kendali waktu yang bersifat Protokoler dan juga untuk pihak Pengamanan…Tapi Jadwal Acara ini harus bersifat Rahasia…hanya yang berwenang yang boleh tahu.

Pengamanan VIP sipil sebaiknya dilakukan dengan Low Profle, jangan Over Acting…Harus selalu menjaga semua etika budaya masyarakat timur, tapi tetap waspada.

Sikap Over Acting justru akan menimbulkan situasi dan kondisi yang tidak kondusif dan dapat memancing suasana tidak aman (Contra produktif).

Untuk mampu bersikap Low Profile tapi waspada dan aman, harus didukung oleh operasi penyelidikan yang akurat tentang situasi dan kondisi tempat/acara yang dikunjungi. Juga operasi kontra penyelidikan/spionase agar tidak ada musuh dalam selimut.

Menurut pengalaman saya, tanpa operasi penyelidikan dan kontra penyelidikan yang dilakukan secara bertahap dan berlanjut sepanjang masa, maka operasi pengamana sering gagal atau kurang sukses (contoh peristiwa  Unjuk Rasa Pro RMS di Maluku yang dilakukan simpatisan RMS, yang bisa masuk ke Ring 1 Pampres).

Kalau dalam Sistem Pam VVIP, dikenal pembagian klasifikasi daerah Pam seperti Ring 1, Ring 2 dan Ring 3 /Daerah Pam Wilayah/Kodam setempat.

Kalau untuk VIP, hal ini tidak diberlakukan. Biasanya hanya Ring 1 ( Pengawal pribadi yang dibawa selama kegiatan) dan Ring 2 ( petugas Satpam instansi/Panitia setempat).

Untuk menghindari terjadi hal hal yang tidak diinginkan pada saat kunjungan kerja, sebaiknya setiap acara harus dijadwalkan secara ketat dan diberitahu secara jelas tanda pengenal mereka yang bisa berfoto bersama VIP ataupun pihak wartawan yang meliput acara.

Bilamana informasi atau data intelijen hasil operasi penyelidikan melaporkan dilokasi yang akan dikunjungi kemungkinan akan terjadi gangguan, tapi acara tidak bisa dibatalkan, pihak Ajudan/Spri VIP harus memberitahu Panitia Penerima setempat agar melaporkan informasi tersebut kepada aparat intel kepolisian setempat dan minta bantuan petugas pengamanan tertutup dari Polri setempat.

Dukungan aparat intel Polri setempat sangat penting, karena mereka punya wewenang upaya paksa (menangkap dan menahan yang dicurigai dan yang melakukan gangguan langsung….sedangkan para pengawal pribadi VIP tidak punya kewenangan itu…Hanya self defense saja)..

Kesimpulannya, pengamanan VIP harus dilakukan bersama operasi penyelidikan/kontra penyelidikan dan operasi penggalangan secara terpadau. Juga harus selalu dikoordinasikan dengan seluruh pihak terkait dan aparat Polri setempat….

Posted by: tirtaamijaya | Juli 11, 2008

TENTANG UJIAN DARI TUHAN

Tulisan ini dikirim oleh Sdr William dari Belanda, untuk menambah khasanah spiritual Islami kita semua…

Assalammu’alaikum wr.wb.

Hidup di dunia laksana sebuah diklat atau sekolah. Untuk melangkah dari satu tingkat ke tingkat yang lebih tinggi harus melalui serangkaian ujian.

 

Ujianlah yang akan membuktikan sejauh mana kebenaran, dan kesungguhan keimanan kita (QS Al Ankabut [29]: 2-3).

 

Betapa pentingnya ujian bagi orang beriman sampai-sampai Allah memberikan sindiran kepada orang yang ingin masuk surga tanpa melewati ujian yang berat.

 

”Apakah kalian mengira akan masuk surga sedangkan belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS Al-Baqarah [2]: 214).

 

Ada empat macam ujian yang Allah berikan kepada orang beriman.

 

Pertama, ujian yang berbentuk perintah. Contoh paling ekstrem adalah perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya yang sangat ia cintai.

 

Kedua, adalah ujian berbentuk larangan. Contohnya adalah apa yang terjadi pada Nabi Yusuf yang diuji dengan seorang perempuan cantik, istri seorang pembesar Mesir yang mengajaknya berzina.

 

Ketiga, adalah ujian yang berbentuk musibah, seperti terkena penyakit serta ditinggalkan orang yang dicintai.  Nabi Ayub diuji Allah dengan penyakit yang sangat buruk sehingga tidak ada sebesar lubang jarum pun dalam badannya yang selamat dari penyakit itu selain hatinya. Delapan belas tahun lamanya ia menanggung penyakit itu.

 

Keempat adalah ujian melalui pihak ketiga. Apa yang dialami oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya terutama ketika masih berada di Makkah kiranya cukup menjadi pelajaran bagi kita, betapa keimanan itu diuji dengan berbagai cobaan berat yang menuntut pengorbanan harta benda bahkan nyawa.

 

Rasulullah bersabda,

 

 ”Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya cobaan (ujian), Dan sesungguhnya apabila Allah mencintai satu kaum Ia akan menguji mereka, maka barangsiapa ridha baginyalah keridhaan Allah, dan barangsiapa marah baginyalah kemarahan Allah.” (HR At-Tirmidzi).

Mudah-mudahan kita diberikan ketabahan dan kesabaran oleh Allah dalam menghadapi setiap ujian yang diberikan oleh-Nya. Alangkah ruginya orang yang berputus asa dengan ujian yang dihadapinya, tanpa mampu meneladani para nabi dan orang-orang saleh ketika mereka diuji oleh Allah. (Aang Gunawan )

 

Salam,

C.F. Gathom

 

Posted by: tirtaamijaya | Juli 10, 2008

MAKNA “GREAT LIFE” VERSI PRIBADI

Saya mengenal istilah Great Life pertama kalinya adalah pada saat ikut Bisnis School di Bisnis MLM Amway yang dikelola oleh jaringan Network 21 pada tahun 2003 di Surabaya…

Upline saya bapak Dodok dari Surabaya dan ibu Any dari Malang….

Saya aktif mengikuti bisnis school network 21 sekitar 2 tahun, kemudian setelah itu hanya ikut pasif, akibat ada kesibukan pekerjaan dikantor PT Suryainti Permata Tbk dimana saya menjabat sebagai General Manger merangkap Corporate Secretary…

Makna Great Life versi Network 21 MLM Amway adalah pola hidup yang diterapkan dan dinikmati oleh kelompok elitnya bisnis MLM Amway setingkat Diamond keatas…

Kelompok tingkat Diamond ini telah mampu memiliki pasive income minimal 40 juta rupiah setiap bulan…

Pasife income adalah pendapatan yang diterima secara rutin tiap bulan tanpa harus bekerja mencari uang …uangnya telah bekerja untuk dia….

Para Diamonds ini telah memiliki kebebasan pribadi yang sangat luas, memiliki kebebasan waktu dan kebebasan finansial yang membuat mereka dapat memiliki kebahagiaan lahir batin bersama keluarganya…

Kondisi Great Life ini sangat didambakan oleh semua pengikut bisnis MLM Amway, tapi yang berhasil menikmati Great Life, kurang dari 1%…..berarti hanya sebagian kecil saja yang berhasil dan sebagian besar mengalami kegagalan…

Bagi mereka yang tidak siap mental untuk menerima kegagalan itulah yang sering membenci bisnis MLM dan memiliki persepsi negatif tentang bisnis MLM Amway…

Sayapun termasuk yang gagal mencapai Diamond dan mencapai kondisi Great Life versi Amway, tapi saya tidak putus asa atau kecewa, karena saya memiliki persepsi/pemahaman lain tentang makna Great Life…

Makna Great Life menurut persepsi saya adalah sebagai berikut:

“Great Life adalah suatau situasi dan kondisi kehidupan seseorang, dimana orang itu telah bisa merasakan kepuasan lahir bathin, bilamana eksistensi dirinya dalam kehidupan masyarakat, diakui oleh lingkungan dan masyarakat nya bahwa ia telah memberikan nilai lebih, memberikan azas manfaat kepada lingkungan hidupnya secara meyakinkan/signifikan….

Seseorang yang ingin mencapai mencapai tingkat kondisi Great Life, tidak harus memiliki pasive income minimal 40 juta rupiah /bulan, tapi asal dia dapat menghidupi dirinya sekeluarga dalam ukuran wajar, tidak tergolong dibawah garis kemiskinan, tetapi yang bpenting adalah tingkat kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritualnya telah berhasil melepaskan dirinya dari semua belenggu kehidupan duniawi, telah mampu melepaskan diri dari menyembah berbagai berhala kehidupan seperti antara lain: gila pangkat, gila jabatan, gila kekuasaan, gila harta kekayaan, gila materi dan gila nafsu seks….

Jadi secara singkat, makna Great Life adalah ….Rahmatan Lil Alamin…….

Seseorang akan mencapai dan menikmati Great Life, hidup yang penuh makna, bilamana dia bisa merasakan kebahagiaan lahir bathin bilamana dia yakin telah menjalani hidup dan kehidupan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dan lingkungan hidupnya, sesuai ajaran agamanya, sesuai ketentuan Allah SWT….bukan tergantung kepada kekayaan materi yang berlimpah ruah”

Semoga tulisan ini dibaca oleh teman teman IBO Amway yang tidak berhasil mencapai tingkat Diamond…agar tidak kecewa dan putus asa untuk bisa menikmati Great Life….

Apa yang saya sampaikan hanya sekedar sharing pengalaman hidup saya saja…bukan menggurui…

Posted by: tirtaamijaya | Juli 9, 2008

KARINA NURHANA & SOULMATE BERLIBUR KENAIKAN KELAS KE BALI

Dalam rangka liburan naik kelas, Karina minta bernostalgia melihat kota kelahirannya Denpasar Bali, ditemani soulmatenya Lotusia, sahabat karibnya sejak di kelas 2 SMP Al Fallah Sidoarjo sampai kelas 2 SMA Al Hikmah Surabaya….

Dibawah ini adalah rekaman fotonya…

KARINA DAN LOTUSIA TIBA DI BANDARA NGURAH RAI DPS BALI.

BREAKFAST DI DISCOVERY KARTIKA PLAZA HOTEL DPS BALI.

KARINA, IBUNYA DAN LOTUSIA, SHOPING DI KUTA BALI

DIPANTAI KUTA

DIPANTAI KUTA

DIPANTAI KUTA

DIPANTAI KUTA DENGAN ROMBONGAN SMA LAMONGAN

DI LOBBY HOTEL DISCOVERY KARTIKA PLAZA

PERSIAPAN PARASAILING DI PANTAI NUSA DUA

KARINA DAN AYAH DIPANTAI NUSA DUA

DI LOKASI GARUDA WISNU KENCANA

IDEM

DI TANAH LOT BERSAMA IBU GATOT DAN PUTRINYA

AYAH DAN IBUNYA KARINA NUMPANG MEJENG DI TANAH LOT TABANAN BALI.

KARINA DAN LOTUSIA DI TANAH LOT TABANAN BALI

KARINA DENGAN MONYET PENGHUNI ALAS KEDATON

IDEM

Posted by: tirtaamijaya | Juli 2, 2008

Lepaskan Panah Sukses dari Tubuhmu (I)

oleh dr Purindro Santoso* (Alumni ESQ Reguler Angkatan ke-21)

Ketika busur panah melaju menuju sukses, antusiasme sebagai bahan bakarnya, keimanan sebagai bekalnya, maka ketawadhuan, kecerdasan, keseimbangan, kebijaksanaan dan keberkahan akan mengikutinya.

Tubuh kita adalah ibarat kumpulan milyaran pengusaha yang selalu beraktifitas tanpa henti menghasilkan karya terbaik kepada masyarakat luas dalam suatu negara yang bernama manusia. Inner Journey kali ini mencoba melihat konsep pengusaha dalam dunia mikro. Dengan semangat entrepreunernya yang secara luar biasa dihadirkan oleh Allah swt melalui tubuh kita sendiri sebagai bahan pelajaran buat kita.

Dalam bagian pertama ini, penulis mengajak pembaca Nebula untuk merenung sejenak. Mengapa kita harus menjadi karyawan atau pengusaha sukses yang memiliki semangat yang kuat, impian yang besar dan terus belajar (kaizen) kepada Allah untuk menghadapi ketidakpastian. Mengenai bagaimana caranya agar sukses tersebut mudah didapatkan dan dipertahankan, insya Allah akan dijabarkan pada bagian selanjutnya.
“Dan juga pada dirimu, apakah kamu tiada memperhatikan.” (QS. Al-Dzariyaat 51:21 )

Seorang pengusaha yang sukses adalah pengusaha yang pandai “membaca” jauh ke depan dan ke dalam dirinya. Artinya, ia mampu melihat lebih cepat, lebih luas, lebih dalam dan lebih berkualitas terhadap semua yang Allah hadirkan dalam kehidupan dirinya dan orang lain. Dengan metode “5W1H=What, Where, When, Who, Why and How,” ia akan mampu belajar kepada Allah untuk berperilaku seperti yang Allah mau, dan seiring dengan waktu, kehidupannya akan selalu terselimuti sifat-sifat Allah.

Belajar adalah bagian dari perubahan. Perubahan adalah suatu proses pembelajaran yang panjang dan tidak pernah berhenti. Allah telah memberikan banyak contoh perubahan yang ada dalam tubuh kita untuk menjadi bahan pembelajaran sepanjang umur kita. Mampukah kita membaca dengan nama Allah yang menciptakan, yang maha pemurah, yang pandai berkomunikasi, dan yang mengajarkan sesuatu yang tidak kita ketahui?

Organisasi nyata yang tercanggih dan belum dapat tertandingi sampai detik ini adalah manusia, yaitu diri kita. Semua aktivitas yang kita lakukan sebagai pengusaha, sebagian besar sudah dilakukan oleh tubuh kita sendiri dengan sangat baik, terbukti dengan mampunya kita melakukan aktifitas sehari-hari dengan baik pula. Sesuatu yang besar, pasti berawal dari yang kecil. Siapa pun kita, ketika ingin menjadi pengusaha besar, harus menghargai hal yang kecil dan mampu mengawali dari yang kecil.

Sebagai renungan awal, sudah seberapa seringkah kita sebagai pengusaha belajar kepada Allah melalui tubuh kita sendiri? Sudahkah kita menjadi sukses seperti yang Allah inginkan? Banyak pelajaran yang kita bisa dapatkan ketika kita membiasakan setiap saat untuk bertanya pada diri kita: “Apa yang Allah mau? Apa yang akan saya lakukan?”

Ingatkah ketika kita masih dalam bentuk sperma dan sel telur yang oleh Allah dijadikan satu? Lalu ditumbuh-kembangkan menjadi puluhan, ratusan, ribuan, bahkan jutaan sel yang jenis dan bentuknya sangat berbeda serta memiliki fungsi yang berbeda pula. Bagaimana mungkin proses yang sangat rumit namun dengan mudah itu bisa terjadi bagi Allah. Ada yang membentuk sel kulit, mata, telinga, hidung, rambut, gigi, lidah dan seterusnya. Belum lagi sistem pencernaan dengan beragam selnya, sistem pernafasan dengan bermacam fungsinya, sistem syaraf dengan variasi susunan dan kerjanya, serta banyak sekali sel-sel dalam tubuh kita sebagai bukti kesuksesan sebagai makhluk Allah swt dalam ukuran makro dan sebagai pengusaha dalam ukuran mikro.

Sukses terbentuknya manusia yang nyaris sempurna ini adalah suatu rangkaian yang panjang, bukan instan. Ketika Allah katakan “JADI” maka terjadilah dengan segala prosesnya, baik cepat atau lambat. Tapi semua yang Allah jadikan dan kita usahakan selalu dan pasti melalui suatu proses. Bagaimana cara kita menyikapinya adalah suatu hal yang paling penting dalam mencapai sukses. Kesuksesan merupakan serangkaian proses tiada henti dan selalu bertujuan mendapatkan yang terbaik dengan cara terbaik seperti yang Allah inginkan.

Ketika fase pembuahan pada manusia terjadi, sperma dari sang bapak melakukan perjalanan yang sangat sulit di dalam tubuh sang ibu, untuk menuju tujuan akhir mereka, yaitu sel telur. Hanya seribu dari 250 juta sperma yang berhasil. Perlu diketahui, sperma memiliki hambatan yang tidak ringan untuk mencapai sel telur yaitu:

  • Jarak tempuh yang cukup jauh dan luas untuk ukuran sperma.
  • Cairan liang senggama dengan PH 5,7 (asam) bersifat spermaticid/mematikan sperma.
  • Epitel gepeng yang ada di mulut rahim akan menutupi jalannya sperma.
  • Kekentalan cairan pintu rahim yang dihasilkan oleh selaput lendir di mulut rahim akan memersulit dan memerlambat laju sperma.
  • Ada tidaknya kontraksi dari rahim akan memengaruhi kecepatan gerakan sperma.
  • Bentuk rahim yang terkadang menekuk (ante/retrofleksi) akan memersulit sperma menjalankan misinya.

Semangat (antusiasme) yang luar biasa telah dimiliki oleh diri kita, saat belum menjadi manusia. Ratusan kilometer bagi ukuran sperma berlari menuju tujuan awal yaitu sel telur yang berada di ampula tuba falopi + berjarak 7 inci/17,5 cm dari tempat sperma dikeluarkan, dengan membawa 23 kromosom yang masing-masing kromosom terdiri dari 100.000 gen.

Mengapa sperma memiliki antusiasme? Karena sperma mempunyai harapan yang besar. Harapan yang besar inilah yang membuat semua sperma bersemangat. Ia telah mendapatkan petunjuk Allah bahwa ia membawa misi yang sangat besar, dan tugasnya akan mewujudkan perusahaan raksasa yang besarnya jutaan kalinya dan memiliki kehebatan yang luar biasa. Tahukah Anda siapa perusahaan raksasa yang dimaksud? Perusahaan itu bernama “manusia” yang tidak lain adalah diri kita sendiri.

Sadarkah wahai satria ESQ, bahwa kita semua mengemban misi besar dari Allah swt, terbukti di mana gunung akan tunduk terpecah belah karena tidak mampu menerima misi tersebut. Mari bangun antusiasme dalam diri kita. Pergilah setinggi-tingginya ke atas langit, dan turunlah sedalam-dalamnya ke dalam diri kita agar kita yakin bahwa Al-Qur’an itu benar, dan cukuplah Allah menjadi saksi dan sumber semangat bagi kita dalam menghadapi masa depan.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS : Fushshilat 30)

Agar perusahaan tetap untung dan berkontribusi besar bagi negara, antusiasme harus tetap dibangun dalam memroyeksikan kondisi masa depan, dan menemukan berbagai peluang keberhasilan, serta alternatif pengembangan untuk mencari sumber tenaga alternatif.

Adanya perubahan dan ketidakpastian, menyebabkan pengusaha sukses harus terus belajar setiap saat, membaca situasi lingkungan internal maupun eksternal. Kenaikan harga minyak dunia yang mendekati US $ 100 per barel sangat berdampak besar terhadap kehidupan perusahaan internasional maupun lokal. Agar bisa tetap bertahan hidup, akan terjadi perubahan kebijakan bisnis yang berdampak pada manajemen strategi organisasi.

Sejak di dalam kandungan, manusia telah dilatih oleh Allah untuk memiliki strategi manajemen yang andal dan fleksibel. Bagaimana Allah mengajarkan strategi manajemen yang